Pengertian Notasi Sigma

1 min read

Disekolah, pastinya kita pernah belajar tentang pengertian notasi sigma pada pelajaran matematika.

Apakah kalian sudah memahami apa yang kalian pelajari tentang materi ini disekolah?

Mungkin ada yang sudah paham dan sebagian juga belum, karena memang materi ini gampang-gampang susah dikerjakan.

Jika kalian belum memahami materi ini, kalian bisa mempelajari lebihjauh lagi tentang notasi sigma pada artikel ini.

Apa itu Notasi Sigma?

Pengertian notasi sigma adalah penghitungan dari urutan bilangan yang hasilnya merupakan jumlah total mereka

Pada matematika, Notasi sigma dilambangkan dengan simbol “∑” lambang ini merupakan sebuah huruf Yunani yang artinya adalah penjumlahan,

Dalam susunan alfabet Yunani ini merupakan huruf ke delapan belas sedangkan pada susunan huruf angka ini mempunyai nilai dua ratus,

lambang ini biasanya dipakai sebagai penjumlahan dalam bentuk panjang pada jumlah suku suatu deret dan juga pada kelas baryon pada ilmu partikel fisika.

Untuk lebih efektif dalam mempermudah dan menyingkat waktu untuk mencari sebuah jawaban kita bisa menggunakan Perlambangan notasi sigma.

Notasi Sigma

Artikel Lainnya: Penjelasan Matriks Singular Lengkap dengan Contoh Soal

Dan ini merupakan implementasi lambang matematika menggunakan cara yang lebih singkat sebagai penulisan jawaban yang panjang.

Secara umum Notasi sigma ditulis sebagai berikut:

  • Keterangan: ba= batas atas sedangkan
  • bb= batas bawah yang terdapat fungsi yang akan dihitung nilainya pada notasi sigma.

Penulisan dari notasi sigma

Jika diketahui suatu baris tak berhingga a1, a2, a3, a4, …, an maka jumlah dari n suku baris pertama tersebut bisa disebutkan dengan persamaan sigma.

Artinya pada persamaan baris di atas dapat dituliskan k2

Rumus umum untuk notasi sigma

  • Jumlah deret Aritmatik

Notasinya sama dengan deret kuadrat ataupun kubik. Namun pada nilai k diganti k2 dan k3.

Hasil persamaan dari deret kuadratnya =  n (n+1)(2n+1) dan pada kubik =( (n+1))2

Artikel Lainnya: Rumus Volume Tabung dan luas Tabung lengkap

Contoh soal implementasi notasi sigma deret aritmatik, deret kubik  dan kuadrat

Tentukan hasil dari notasi sigma berikut:

  1. 2
  2. 3

Pengerjaan: Gunakan rumus dasar dari notasi sigma seperti di atas

=  x 10 (10+1)

= 5.11

=55

2 =  x10 (10+1)(2.10+1)

=   (11)(21)

= 385

3=( (10+1))2

=(5.11)2

=3025

Sifat-sifat notasi sigma yang perlu kita tahu

  1. c merupakan konstanta dengan bentuk yang lebih umum
  2. Bentuk dasar dikembangkan dengan menggunakan fungsi
  3. Notasi sigma dengan Fungsi (ak+bk )
  4. Notasi sigma dengan fungsi (ak – bk )
  5. Untuk k=n nilai notasi sigma sama dengan nol
  6. Menggunakan nilai m<p<n

Kegunaan notasi sigma

  1. Menentukan jumlah Riemann untuk luas dari daerah tertentu
  2. Barisan dan deret
  3. Penggunaan pada matematika keuangan
  4. Induksi matematika

Notasi sigma mempunyai kriteria yang dapat memudahkan untuk operasi mengerjakan so’al-soal notasi sigma.

Dengan memahami karakteristik seperti diatas kita dapat lebih cepat untuk memahami materi notasi sigma ini.

Dan untuk lebih menguasainya, cobalah untuk mengerjakan soal-soal lainnya pada buku pelajaran kalian disekolah.

Artikel Lainnya: Cara Menghitung Rumus Peluang dalam Matematika

Nah, jadi itulah pembahasan tentang materi Cara Menghitung notasi sigma matematika yang telah kami jelaskan pada artikel kali ini.

Silahkan lihat dan perhatikan dengan seksama dan juga baca lebih teliti ya, agar kalian dapat mudah memahaminya.

Untuk melatihnya, kalian dapat menggunakan berbagai contoh soal pada buku mata pelajaran matematika kalian.

Selamat belajar, dan Terimakasih.